Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk
mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,
memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang
berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu.
Ledakan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membuka babak baru
bagi masyarakat untuk memperoleh informasi secara otonom. Sekat-sekat
informasi dengan sendirinya menghilang oleh inisiatif kuat individu yang
ingin mengetahui lebih jauh apa yang terjadi sekitarnya. Setiap orang
memiliki akses terhadap sumber informasi dimanapun di dunia ini.
Konsekuensinya, masyarakat menjadi kritis dan tanggap terhadap hal yang
berkembang.
Di zaman modern ini, perkembangan teknologi informasi dalam kehidupan
sehari-hari pastinya sangat berpengaruh. Hal ini tidak terlepas dari
keinginan kita yang ingin segala halnya dapat selesai dengan cepat,
mudah, dan menghemat waktu. Namun apakah anda, bahwa perkembangan
teknologi yang sedang berkembang ini dapat mengancam budaya kita, atau
bahkan mulai mengancam budaya kita. Seperti contohnya saat-saat
menjelang perayaan hari-hari besar, seperti natal atau IdulFitri, dimana
biasanya kita mengirim kartu ucapan melalui pos. Tetapi sekarang budaya
itu sedikit demi sedikit mulai memudar, dengan mengucapkan selamat
Natal atau IdulFitri melalui telepon, atau SMS.
Di Indonesia sendiri kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat
ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan
budaya..Perkembangan Teknologi mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk
melestarikan budaya negeri sendiri . Budaya Indonesia yang dulunya
ramah-tamah, gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat,
misalnya pergaulan bebas.
Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan
baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan
untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan
pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain yang
merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia
yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). Banyak para
generasi muda bangsa, yang suka mencampurkan kata-kata mereka dengan
kata-kata asing. , bahkan kata-kata makian (umpatan) sekalipun yang
sering kita dengar di film-film barat, sering diucapkan dalam kehidupan
sehari-hari. Kata-kata ini disebarkan melalui media TV dalam film-film,
iklan dan sinetron bersamaan dengan disebarkannya gaya hidup dan fashion
.
Gaya berpakaian remaja Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi norma
kesopanan telah berubah mengikuti perkembangan jaman. Ada kecenderungan
bagi remaja putri di kota-kota besar memakai pakaian minim dan ketat
yang memamerkan bagian tubuh tertentu. Budaya perpakaian minim ini
dianut dari film-film dan majalah-majalah luar negeri yang
ditransformasikan kedalam sinetron-sinetron Indonesia . Derasnya arus
informasi, yang juga ditandai dengan hadirnya internet, turut serta
`menyumbang` bagi perubahan cara berpakaian. Pakaian mini dan ketat
telah menjadi trend dilingkungan anak muda.
Salah satu keberhasilan penyebaran kebudayaan Barat ialah meluasnya
anggapan bahwa ilmu dan teknologi yang berkembang di Barat merupakan
suatu yang universal. Masuknya budaya barat (dalam kemasan ilmu dan
teknologi) diterima dengan `baik`. Pada sisi inilah globalisasi telah
merasuki berbagai sistem nilai sosial dan budaya Timur (termasuk
Indonesia ) sehingga terbuka pula konflik nilai antara teknologi dan
nilai-nilai ketimuran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar